Komplek Matahari Residence Blok D 10 Baleendah, Bandung +62 857 2030 9432
Uncategorized
Berita Duka

Innallillahi wainnailaihi rojiuun. Telah kembali ke hadapan Alllah SWT, saudara kami, Herry Soenanto.

Semasa hidupnya, beliau pernah menjabat sebagai Anggota Pengawas Yayasan Astacala, juga pernah mengemban tugas sebagai Ketua Astacala PMPA.

Kami segenap pengurus Yayasan mengucapkan terima kasih untuk sumbangsih beliau dan mendoakan semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dewan Pengurus Yayasan Astacala.
0

Blog

Tak ada yang membantah bahwa membantu sesama dalam kebaikan adalah sesuatu yang mulia. Salah satu wujud dari cinta. Bahkan menjadi sebuah kehormatan. Apalagi jika itu untuk lingkungan dari almamater kita. Rumah yang ikut membesarkan kita. Mari, bersama kita bisa!

0

Activity
Bandung, 9 April 2020. kegiatan pendistribusian donasi kegiatan Tel-U Coffee Lawan Covid-19 dilaksanakan kembali. Kali ini kegiatannya yaitu pembagian paket bantuan berupa (Masker, Hand Sanitizer, Minuman You-C dan Makan Siang) bagi Mahasiswa Telkom University non Asrama/Kosan yang masih stay di Bandung/ tidak Mudik.

Pada Selasa siang kami telah meminta data check-in mahasiswa non asrama dari unit kemahasiswaan, dan diperoleh data mahasiswa non asrama yang masih stay di kosan/tidak mudik yang check in pada hari Senin, 6 April 2020 berjumlah 88 orang.

Kami membuat data form isian juga untuk lebih memastikan berapa jumlah mahasiswa non asrama yang membutuhkan bantuan ini. kami membuka waktu isian pada Selasa sore tanggal 7 April 2020 dan akan di tutup pada hari Rabu, 8 April 2020 pukul 23.59.

Dan kami amati terus mahasiswa yang mengisi form sampai Rabu, 8 April 2020 pukul 10.00 pagi sudah memasuki angka 400an. Dan kami terpaksa menutup akses pengisi form karena mengantisipasi jumlah mahasiswa yang mengisi lebih banyak dengan paket kami siapkan.

Karena awalnya kami hanya menyiapkan paket 200-300 dan berpikiran angka nya tidak akan jauh berbeda dengan yang check-in online via kemahasiswaan.

Jadi kami memohon maaf karena masih banyak terdapat mahasiswa yang ingin mengisi form tapi sudah tidak bisa atau kami tutup dengan alasan kuota sudah terpenuhi.

Kami menyiapkan paket sebanyak 500, untuk kembali mengantisipasi mahasiswa yang tidak bisa mengisi form tapi tetap datang.

Kamis, 9 April 2020, mulai pukul 11.00 kami mulai membagikan paket dengan dua sistem yang telah diumumkan sebelumnya yaitu drive thru bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki secara langsung dengan tetap menerapkan sosial distancing.

80 persen lebih mahasiswa menggunakan sistem drive thru dan sisa nya jalan kaki, di lapangan ada yang telah memakai masker bagi yang sudah memiliki dan ada juga yang belum memakai karena belum memiliki.

Kami sempat menanyakan ke beberapa mahasiswa perihal kenapa masih stay di kosan/Bandung. Jawaban bermacam-macam, mulai dari lagi mengerjakan TA, mempersiapkan sidang, mematuhi aturan pemerintah untuk tidak mudik, belum sempat mudik karena sesuai hal dan alasan lainnya.  Kami tutup pembagian paket tepat pukul 13.15 bagi mahasiswa.

Beberapa cleaning service juga merapat ke lokasi pembagian juga. paket makan siang dilebihkan sekitar 30 sehingga mereka bisa mendapatkan makan siang juga.

Dan kami yakin masih banyak mahasiswa non asrama yang masih stay di kosan/tidak mudik yang belum mendapatkan paket bantuan, kami mohon maaf. Semoga di lain kesempatan bisa kami berikan.

Terima kasih kepada team logistik dan security atas kerjasama nya, sehingga di lapangan berjalan dengan lancar sesuai yang di inginkan. 🙏🏼
0

Activity
#BERSAMAPASTIBISA

Direktorat Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment Telkom University melalui Tel-U Coffee For Endowment bersama Forum Alumni Universitas Telkom (FAST) dan Yayasan Astacala.

Telah menggalang donasi untuk bersama melawan COVID-19 sejak tanggal 26 Maret 2020, kami senantiasa berdoa kepada para donatur dimana saja berada yang mungkin kami tidak bisa sebutkan persatu, yang dimana telah memberikan donasi terbaiknya pada kegiatan ini, semoga senantiasa diberikan kesehatan, dimudahkan segala urusannya dan kegiatan ini menjadi amal bagi kita semua di sisi-Nya.

Hari ini bantuan yang disalurkan berupa Hand Sanitizer, Masker, Air Aqua Botol, Susu Ultra, Biskuit Nabati dan Indomie Gelas. Donasi Bantuan Sudah di terima langsung oleh Kepala Desa Bojongsoang di Dapur Umum/Kantor Desa Bojongsoang.

Salam hangat dari yang telah menerima donasi dalam kegiatan bersama cegah Covid-19 kepada para donatur, semoga kita dalam kondisi sehat dan dalam lindungan-Nya selalu.


Kami mengajak partisipasi semua pihak untuk berdonasi. Anda bisa menyalurkan bantuan donasi melalui transfer Bank Mandiri |
1310016330617 a/n Tel-U Coffee
1220007507778 a/N Forum Alumni Universitas Telkom
1300015445011 a/n Yayasan Astacala.

Mari bersatu melawan COVID-19.
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan.

Narahubung :
Abd. Rahman 081214757333
Aulia Rahman 0811228830

Terima kasih 🙏🏼

0

Activity
Direktorat Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment Telkom University melalui Tel-U Coffee For Endowment bersama Forum Alumni Universitas Telkom (FAST) dan Yayasan Astacala.

Telah menggalang donasi untuk bersama melawan COVID-19 sejak tanggal 26 Maret 2020 dan sampai sekarang masuk hari ke empat untuk pengumpulan donasi, kami senantiasa berdoa kepada para donatur dimana saja berada yang mungkin kami tidak bisa sebutkan persatu, yang dimana telah memberikan donasi terbaiknya pada kegiatan ini, semoga senantiasa diberikan kesehatan, dimudahkan segala urusannya dan kegiatan ini menjadi amal bagi kita semua di sisi-Nya.

Berikut kami laporankan beberapa kegiatan pendistribusian donasi yang telah kami salurkan :

1. Jumat, 27 Maret 2020. Pembagian Hand Sanitizer kepada beberapa pengawai yang masih bekerja di kampus, mahasiswa reguler/dalam negeri dan internasional yang tidak mudik atau stay di asrama, dan pegawai tiap asrama (helpdesk, security dan pengelola).

2. Sabtu, 28 Maret 2020.
Pembagian makan siang, jus dan masker (terutama mahasiswa) kepada mahasiswa reguler/dalam negeri dan mahasiswa internasional yang masih stay di asrama kampus, pegawai tiap asrama (helpdesk, security dan pengelola), security lingkungan kampus dan para buruh bangunan di sekitar asrama kampus.

Nantikan kegiatan pendistribusian donasi selanjutnya dan kami tunggu selalu donasi dari lainnya dengan senang hati.

Salam hangat dari yang telah menerima donasi dalam kegiatan bersama cegah Covid-19 kepada para donatur, semoga kita dalam kondisi sehat dan dalam lindungan-Nya selalu.

Terima kasih
0

Activity
Direktorat Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment melalui Tel-U Coffee bersama Forum Alumni Universitas Telkom (FAST) dan Yayasan Astacala menggalang donasi untuk bersama melawan COVID-19 yang saat ini semakin memprihatinkan.
Penyaluran donasi akan digunakan diantaranya sebagai berikut:

a. Pengadaan APD, disinfektan, tissue basah, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan.
b. Penyediaan makanan dan vitamin bagi Petugas Keamanan, Cleaning Service yang bertugas setiap hari ke kampus dan mahasiswa yang terpaksa harus tetap tinggal di asrama dan tempat kost di sekitar kampus Tel-U.
c. Penyediaan paket bahan Sembako untuk pedagang yang berasal dari masyarakat di sekitar kampus dan pegawai TLH di lingkungan kampus yang terdampak langsung dengan WFH.


Kami mengajak partisipasi semua pihak untuk berdonasi.
Anda bisa menyalurkan bantuan donasi melalui transfer Bank Mandiri |
1310016330617 a/n Tel-U Coffee
1220007507778 a/N Forum Alumni Universitas Telkom
1300015445011 a/n Yayasan Astacala.


Mari bersatu melawan COVID-19.
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan.

Narahubung :
Abd. Rahman 081214757333
Aulia Rahman 0811228830
0

Activity
Hasil penggalangan dana untuk bencana banjir saudara kita di area bekasi dan sekitarnya sementara terkumpul Rp 3.850.020,00 dengan daftar donatur sebagai berikut:



Donasi untuk keperluan operasional tim relawan masih sangat dibutuhkan dan bisa ditransfer ke:
Mandiri : 1300015445011 a.n Yayasan Astacala

Untuk info lebih lanjut dan bagi yang sudah mengirimkan donasinya silahkan konfirmasi dengan format Nama_Nominal ke :
Widi widayat (Yayasan Astacala) : ‭081321405470

RANCANGAN KEBUTUHAN LOGISTIK RELAWAN POSKO BANJIR JABODETABEK
TANGGAL 5-11 Januari 2020

CP : SMC Posko Ahmad Fauzan Astacala Telkom University (082116693635)


Catatan penting :
– Wilayah fokus desa babelan dikarenakan belum ada Lembaga resmi yang standby di lokasi
– Lokasi fokus sekunder : Pondok Gede Permai, Kartika Wanasari, Perum. Graha Prima
– Mencakup kec. Cibitung, kec. Tambun, kec. Cikarang
0

Activity, harimau jawa

Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI – Selepas pembukaan, agenda hari pertama materi pembekalan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 “Menjemput Harimau Jawa” dimulai di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Jaya, Pandeglang, Banten, Minggu (24 Juni 2018).

Materi pembekalan diawali pemaparan Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) oleh Mila, Staf Kantor Balai Labuhan, Taman Nasional Ujung Kulon.

Dalam pemaparannya, Mila menjelaskan akan pentingnya peran anggota Pencinta Alam dalam menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan. Sedangkan ekspedisi ini merupakan aksi nyata dari Pencinta Alam Indonesia.

Materi pembekalan selanjutnya dibawakan oleh Sofyan Eyanks dari perhimpunan Sanggabuana. Team building yang dibawakannya, membawa atmosfer semakin hidup dan menjadi titik awal membangun kekompakan peserta ekspedisi.

Di sini peserta dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari enam orang yang nantinya masing-masing kelompok akan di ploting dalam kawasan gunung Payung, Taman Nasional Ujung Kulon.

Uniknya, dalam ekspedisi kali ini panitia dan peserta melebur jadi satu. “Ini acara kita, panitia dan peserta adalah satu tim,” ujar Sofyan Eyanks.

“Sesuai konsep pra ekspedisi, ekspedisi dan pasca ekspedisi. Adanya pembentukan panitia adalah untuk persiapan taktis dan set up ekspedisi. Saat ekspedisi, semua akan bersama-sama melakukan penelitian,” tambahnya.

Sadar akan pentingnya persiapan pra ekspedisi. Tim mempersiapkan manajemen perjalanan ekspedisi yang dipandu oleh Hasto dari Yayasan Astacala (YASTA).

“Manajemen perjalan dilakukan sebab ekspedisi ini ada visi misinya,” ungkap Hasto di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Jaya, Pandeglang, Banten, Senin (25 Juni 2018).

“Visi jelas menolak pernyataan punah, misinya pendokumentasian keberadaan harimau jawa, minimal jejak. Lalu kelola secara baik dengan manajemen secara baik, sehingga efektif dan efesien,” tambahnya.

Manajemen ekspedisi mencari harimau jawa tentu berbeda, sebab target yang dicari merupakan satwa liar yang bergerak dinamis, sehingga konsep penelitian disesuaikan.

“Kita punya titik-titik kawasan utama yang akan dieksplorasi dan diteliti berdasar informasi keberadaan harimau,” jelas Hasto yang juga alumni ekspedisi Harimau Jawa di Taman Nasional Meru Betiri tahun 1997.

“Artinya kita harus memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai perilaku harimau, mulai dari habitat, makanan, hingga pergerakan harimau tersebut, tambah Hasto.

Disinggung tentang target realistis ekspedisi, Hasto menekankan, “bukan hanya ketemu harimau jawa dan melawan pernyataan punah. Tapi juga mencetak kader generasi yang peduli akan kelestarian harimau jawa.”

Kontributor : Alton Phinandhita (Wartapala Indonesia)

0

Activity, harimau jawa

Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI – Moh. Hariono, mewakili Kepala Direktorat Jenderal KSDAHE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 “Menjemput Harimau Jawa” di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Jaya, Pandeglang, Banten, pada pukul 10.00 WIB, Minggu (24 Juni 2018).

“Menjemput merupakan melakukan suatu hal terhadap sesuatu yang sudah ada. Oleh sebab itu, menjemput harimau jawa ini diselenggarakan untuk merespon dan meyakinkan publik tentang keberadaan harimau jawa yang menurut beberapa sumber diyakini keberadaannya, bukan hanya di Taman Nasional Ujung Kulon,” ujar Moh. Hariono dalam sambutannya.


“Kita harus bekerja secara profesional, dengan memberikan data absolute tentang keberadaan harimau jawa. Semoga ekspedisi di gunung Payung, Cibunar nanti bisa ketemu dan bisa membuktikan keberadaan harimau jawa. Meskipun dikatakan punah, tapi kita harus melakukan pembuktian dengan data signifikan. Sebab selama ini belum ada foto dan video yang membuktikan keberadaan harimau jawa,” lanjutnya.


“Meski peserta berasal dari berbagai latar belakang disiplin keilmuan, namun semua peserta merupakan anggota pencinta alam. Selain bentuk advokasi pencinta alam terhadap harimau jawa, kegiatan ini merupakan bakti dan tanggung jawab pencinta alam terhadap peran Pencinta Alam Indonesia dalam KSDAE,” tambahnya disambut tepuk tangan peserta.


Ekspedisi Pencinta Alam 2018 “Menjemput Harimau Jawa” diikuti oleh 50 orang peserta berasal dari anggota organisasi Pencinta Alam se Indonesia yang lolos ketentuan ekspedisi.


Penyelenggara kegiatan sendiri dikelola secara bersama antara ; Yayasan ASTACALA, KAPPALA Indonesia, Peduli Karnivor Jawa (KPJ), PMPA – ASTACALA Telkom University Bandung, Perhimpunan SANGGABUANA, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), MAPALASKA UIN Sunan Kalijaga, KPLH RANITA, UIN Syarif Hidayatullah, BINGKAI Indonesia, Lesksa Ganesha Yogyakarta, Kedai JATAM, dan Ikatan Alumni SABHAWANA.


Ekspedisi Menjemput Harimau Jawa dilaksanakan di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon selama 15 hari mulai Minggu (24 Juni 2018) hingga Minggu (8 Juli 2018).


Dengan rangkaian kegiatan pembekalan peserta ekspedisi pada Minggu (24 Juni 2018) hingga Rabu (27 Juni 2018). Penelitian lapangan dilaksanakan mulai Kamis (28 Juni 2018) hingga Minggu (8 Juli 2018) dan Eksebisi hasil ekspedisi dilaksanakan pada Sabtu (18 Juli 2018).


Rangkaian kegiatan pembukaan ekspedisi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan pembacaan Kode Etik Pencinta Alam Indonesia.


Widi Widayat Ketua Panitia dalam sambutannya berharap agar hasil ekspedisi kali ini akan muncul bibit militan dalam penelitian terhadap keberadaan harimau jawa.


“Sebab apabila kita dapat menemukan bukti-bukti tentang keberadaan harimau jawa, kita akan bisa melindungi habitat dan ekosistemnya,” ujarnya.


“Semoga dari ekspedisi ini, kita dapat mendapatkan bukti-bukti absolute terbaru akan kehadiran harimau jawa, sehingga kita dapat menjaga habitat dan mengembalikan ekosistem harimau jawa,” tambah anggota PMPA-Astacala tersebut.


Sambutan dari Kasi 2 Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ujang Asep, mendukung dab berterimakasih sebab masih ada yang mau membuktikan keberadaan harimau jawa.


“Perlu diingat bahwa keberadaan harimau jawa bukan hanya di Taman Nasional, bisa juga di kawasan lain seperti Hutan lindung,” wanti Ujang Asep menekankan.


Ekspedisi kali ini, sengaja diselenggarakan tanpa sponshor dari pihak manapun. Abilitas operasional dilakukan secara swadaya dengan dukungan volunteer dan peserta ekspedisi.


Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan akan melahirkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut dari berbagai temuan di lapangan maupun menindak lanjuti informasi keberadaan harimau jawa di wilayah lain.


Eksklusif report
www.wartapalaindonesia.com
Kontributor : Alton Phinandhita (Wartapala Indonesia)
Editor : Nindya Seva

0