SEARCH
Komplek Matahari Residence Blok D 10 Baleendah, Bandung +62 857 2030 9432
Activity

Direktorat Pengembangan Karir, Alumni dan Endowment melalui Tel-U Coffee bersama Forum Alumni Universitas Telkom (FAST) dan Yayasan Astacala menggalang donasi untuk bersama melawan COVID-19 yang saat ini semakin memprihatinkan.Penyaluran donasi akan digunakan diantaranya sebagai berikut: a. Pengadaan APD, disinfektan, tissue basah, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan.b. Penyediaan makanan dan vitamin bagi Petugas Keamanan, Cleaning Service yang bertugas setiap hari ke kampus dan mahasiswa yang terpaksa harus tetap tinggal di asrama dan tempat kost di sekitar kampus Tel-U.c. Penyediaan paket bahan Sembako untuk pedagang yang berasal dari masyarakat di sekitarSEE DETAILS

0

Activity

Hasil penggalangan dana untuk bencana banjir saudara kita di area bekasi dan sekitarnya sementara terkumpul Rp 3.850.020,00 dengan daftar donatur sebagai berikut:Donasi untuk keperluan operasional tim relawan masih sangat dibutuhkan dan bisa ditransfer ke:Mandiri : 1300015445011 a.n Yayasan AstacalaUntuk info lebih lanjut dan bagi yang sudah mengirimkan donasinya silahkan konfirmasi dengan format Nama_Nominal ke :Widi widayat (Yayasan Astacala) : ‭081321405470RANCANGAN KEBUTUHAN LOGISTIK RELAWAN POSKO BANJIR JABODETABEKTANGGAL 5-11 Januari 2020CP : SMC Posko Ahmad Fauzan Astacala Telkom University (082116693635)Catatan penting :– Wilayah fokus desa babelan dikarenakan belum ada Lembaga resmi yangSEE DETAILS

0

Activity, harimau jawa

Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI – Selepas pembukaan, agenda hari pertama materi pembekalan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 “Menjemput Harimau Jawa” dimulai di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Jaya, Pandeglang, Banten, Minggu (24 Juni 2018).Materi pembekalan diawali pemaparan Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) oleh Mila, Staf Kantor Balai Labuhan, Taman Nasional Ujung Kulon.Dalam pemaparannya, Mila menjelaskan akan pentingnya peran anggota Pencinta Alam dalam menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan. Sedangkan ekspedisi ini merupakan aksi nyata dari Pencinta Alam Indonesia.Materi pembekalan selanjutnya dibawakan oleh SofyanSEE DETAILS

0

Activity, harimau jawa

Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI – Moh. Hariono, mewakili Kepala Direktorat Jenderal KSDAHE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 “Menjemput Harimau Jawa” di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Jaya, Pandeglang, Banten, pada pukul 10.00 WIB, Minggu (24 Juni 2018).“Menjemput merupakan melakukan suatu hal terhadap sesuatu yang sudah ada. Oleh sebab itu, menjemput harimau jawa ini diselenggarakan untuk merespon dan meyakinkan publik tentang keberadaan harimau jawa yang menurut beberapa sumber diyakini keberadaannya, bukan hanya di Taman Nasional Ujung Kulon,” ujar Moh.SEE DETAILS

0

Perdebatan masih atau tidaknya Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) terus bergulir sejak IUCN menetapkannya terancam punah dan dinyatakan punah pada tahun 1973. Pernyataan selanjutnya didukung oleh WWF pada tahun 1996 setelah melakukan penelitian di TN Merubetiri dengan menggunakan kamera penjebak system injak.

0

Penurunan kualitas lingkungan Sungai Citarum telah berpengaruh pada kondisi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, baik di kawasan pedesaan maupun perkotaan. Hampir setiap musim hujan, bencana banjir mengancam berbagai kawasan di Jawa Barat. Pencemaran air sungai akibat aktivitas industri dan pertanian telah mencapai tingkat yang membahayakan dan dapat mengancam kesehatan serta sumber penghidupan masyarakat.

0

Meski statusnya sudah dinyatakan punah oleh IUCN, kepunahan harimau Jawa masih disangsikan oleh sebagian kalangan. Mereka percaya bahwa harimau Jawa masih ada, belum punah seperti yang telah diberitakan selama ini. Didik Raharyono, seorang peneliti Indonesia

0

Citatah adalah daerah pertambangan kapur yang sangat produktif. Pertambangan ini sudah berlangsung sejak pertengahan abad ke–19 dan terus berlangsung hingga kini. Tentu saja, dulu belum seaktif sekarang yang sudah menggunakan alat canggih dan dinamit untuk meledakkan bagian bukit yang mengandung gamping yang berdampak buruk terhadap kawasan Citatah sendiri.

0