Blog

Astacala Gelar Sarasehan Pecinta Alam Menyelamatkan dan Memulihkan Ekosistem Jawa

BANDUNG – Ratusan mahasiswa pencinta alam dan penggiat konservasi berkumpul di Gedung Manterawu Telkom University mengikuti diskusi penyelamatan ekosistem dalam acara sarasehan pencinta alam yang diselenggarakan PMPA (Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam) Astacala Universitas Telkom, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April setiap tahunnya.



“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi kritis ekosistem saat ini khususnya di pulau Jawa kepada pencinta alam ataupun penggiat konservasi agar dapat menjalin kerja sama yang sinergis dan berkelanjutan dalam menyelamatkan dan memulihkan ekosistem Jawa,” tutur Ketua Pelaksana Niken Galuh Ramadhani di Bandung, pada Rabu(26/4). 

Niken mengatakan bahwa sarasehan nasional pencinta alam merupakan yang pertama kali digelar Astacala mendekati usianya yang ke-25 tahun, berawal dari ide reuni anggota Ekspedisi Harimau Jawa yang dilakukan 20 tahun silam.

Melalui tema “Pencinta Alam Menyelamatkan dan Memulihkan Ekosistem Pulau Jawa diharapkan muncul kesadaran pencinta alam untuk segera beraksi merumuskan gagasan-gagasan konkret yang dapat direalisasikan dalam menyelamatkan dan memulihkan ekosistem Jawa.

Walaupun bertemakan pencinta alam, peserta yang menghadiri acara terdiri dari berbagai latar belakang studi dan keahlian. ”Kami memang tidak hanya mengundang organisasi pencinta alam, tetapi juga kawan-kawan dari organisasi yang bergerak di bidang konservasi, penyelamatan satwa serta himpunan mahasiswa jurusan biologi, kehutanan, juga kedokteran hewan” ungkap Niken.

Niken menyebutkan kegiatan sarasehan pencinta alam terdiri dari beberapa rangkaian, yaitu diskusi panel, workshop tematik, dan pemutaran film dokumenter yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang malam.

Dalam sesi diskusi panel Astacala menghadirkan narasumber dari Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor (PDLKWS), Wahyu Giri Prasetyo selaku salah satu peneliti dalam Ekspedisi Harimau Jawa, Rosdi Bahtiar Martadi dari Banyuwangi’s Forum For Environmental Learning (BaFFEL), dan Eko Teguh Paripurno selaku Presidium Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), serta moderator oleh Siti Maimunah yang merupakan mantan Koordinator Nasional JATAM dan peneliti dari Sajogyo Institute.

Dalam pemaparan pertama oleh Sasmita Nugroho dari PDLKWS, Ia memamparkan kondisi daya dukung dan daya tampung berdasarkan jasa ekosistem di pulau Jawa saat ini.

Jasa ekosistem adalah manfaat yang diperoleh manusia dari suatu ekosistem dimana diklasifikasikan menjadi 4 fungsi, yakni: penyediaan, pengaturan, budaya, dan pendukung. Dia mengambil contoh salah satu fungsi penyediaan, yaitu untuk kebutuhan air dan pangan.

“Konsumsi menjadi salah satu permasalahan ekosistem. Ketersediaan air di Jawa sudah sangat timpang antara kebutuhan dan ketersediannya,” jelas Sasmita Nugroho.

Author


Avatar